Perlukah Menjadi Sosok Perfeksionis Dalam Bermusik ?

PERLUKAH MENJADI SOSOK 'PERFEKSIONIS' DALAM BERMUSIK ?

JAWAB: jawabannya adalah bisa IYA dan bisa TIDAK.. jawaban untuk pertanyaan ini sangat fleksibel, IYA apabila tujuannya 'merapikan', 'meng-indahkan' dan 'memutukan' kualitas musik supaya jauh dari kesan asal jadi / asal kena tanpa memperdulikan kaidah bermusik yg benar. TIDAK apabila tujuannya ingin benar-benar sempurna tanpa cacat, ini mustahil, sebab 'human error' dalam bermusik tetap dibutuhkan bahkan faktor 'humanisnya' musik adanya di beberapa 'error-error' yang 'disengajakan', karena tanpa itu maka musik kita seperti aliran robotisme (*ada bunyi tapi tiada rasa).

# error atau kesalahan dalam bermusik adalah kebutuhan musik yang 'laten' (*terkesan tidak kentara padahal perlu), tapi error yang dimaksud adalah error yang bersifat lumrah / manusiawi yang kehadirannya menyebabkan adanya sugesti dinamisme dan humanisme, bukan error karena gak bisa atau gak sanggup bermain musik yang baik, ini beda.





(Words/Lesson By Dani Mkd @Reyal Musik)

http://www.facebook.com/ReyalMusik.Page1
http://www.facebook.com/ReyalMusik.Page2
http://reyalstudio.blogspot.com
http://rahasiailmumusik.blogspot.com
http://www.facebook.com/reyalmusik
http://www.facebook.com/reyalmusik2
http://twitter.com/ReyalMusik
http://www.youtube.com/ReyalMusik
http://www.facebook.com/ReyalMusik.Page3
http://www.facebook.com/ReyalMusikCipayung

*harap dan mohon untuk selalu sertakan sumber arsip/artikel jika ingin copy-paste, etika dalam berbagi adalah modal dasar moralitas yang kreatif, jujur, beruntung dan cerdas.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...